Kamis, 17 Juni 2010

Arwin: Jangan Alih Fungsikan Lahan Pertanian




7 Juni 2010


SIAK (RP)
- Pemerintah Kabupaten Siak siap menyukseskan pelaksaan program Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM). Apalagi Kabupaten Siak dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan, makanya pelaksanaan OPRM sangat didikung, khususnya menghadapi pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) yang digelar akhir bulan ini.

Namun demikain untuk menyukseskan pelaksanaan tersebut, Bupati Siak H Arwin AS SH mengingatkan masyarakat tidak mengalih fungsikan lahan pertanian menjadi lahan perkebunan, seperti yang sudah banyak terjadi di kawasan pertanian di Bungaraya. Selain ada sanksi hukumnya bagi pelaku pengalihfungsian lahan, juga bisa mengancan rencana pemerintah dalam menjadikan swasembada pangan 2011.

‘’Kita sangat mendukung program OPRM, makanya kita mengajak masyarakat turun mendukung program tersebut dengan tidak mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi perkebunan. Karena jika ini dilakukan, bisa membuat lahan pertanian padi yang selama ini sudah dipertahankan dengan baik menjadi hancur,’’ tegas Bupati Siak H Arwin AS SH kepada wartawan, Sabtu (5/6) di Siak.

Pernyataan itu juga disampaikan Bupati Siak saat memimpin rapat teknis pelaksanaan Peda KTNA dikediamannya Jumat (4/6) lalu, yang dihadiri seluruh panitia baik tingkat Provinsi Riau maupun daerah.

Menurutnya, Peda KTNA merupakan iven tingkat provinsi, dan sangat perlu dukungan dan kerja sama dari bergai pihak untuk menyukseskannya. Selaku tuan rumah, berbagai hal telah diupayakan demi kelancaran kegiatan.

Sesuai dengan semangat yang diusung, guna menyukseskan program Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) dan tercapainya swasembada beras Kabupaten Siak serta mencegah alih fungsi sawah. Tentu kegiatan ini perlu disosialisasikan kepada seluruh petani di Kabupaten Siak, dan Riau umumnya.

Ia juga berharap, agar pelaksaan Peda KTNA ini mampu menggugah semangat menghidupkan pertanian pangan di Kabupaten Siak. Dengan

demikian masyarakat petani mendapatkan kesejehteraan yang selama ini diharapkan. Karena pertanian kelapa sawit masih menjadi primadona masyarakat dibandingkan petani padi.


Makanya untuk tetap merangsang petani padai agar tetap bertahan dan mampu mengembangan penanaman padi, pihaknya sudah mensupsidi segala keperluan pertanian. Bahkan menghadapi penamanan padi tiga kali dalam setahu atau IP300 pihaknya melalui Distanakan Siak sudah berusaha keras membantu petani untuk pengembanan penanaman padi IP300.

‘’Program IP300 sudah berjalan dengan baik dan tanpa hambatan berarti. Jika sepanjang 2010 ini kita berhasil menerapkan IP300, berarti peningkatan produksi beras tahun ini akan meningkat tajam dan bahkan akan melampau peningkatan produksi beras secara nasional, jika dilihat dari luas lahan pertanian padi yang kita miliki,’’ ujar Arwin.(ksm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar